Jumat, 08 Oktober 2010

Sandaran Hati




Sudah cukup jauh ku melangkah..
Kadang aku butuh bahu untuk sekedar bersandar..
Maka ku datangi ibuku..

Sudah lelah ku berjalan..
Kadang ku butuh berbagi cerita..
Maka ku datangi ayahku..

Dan ketika aku sadar masih banyak harapan menanti di depan..
Maka ku datangi Tuhan..
Berdo’a dan hanya memohon kepadaNya..




taufik-hate
@ rumah manisku
31 Maret ‘10

Senin, 05 Juli 2010

Bayangkanlah




Bayangkanlah kita sedang berada di sebuah lapangan sepak bola,
Melihat dua anak lelaki ingusan berlari ke sana–ke mari saling berkejaran..
Lalu ketika salah seorang berhasil menangkap temannya,
Mereka tertawa lepas seolah dunia tak menghadirkan masalah apapun buat mereka..

Bayangkanlah kita sedang berada di sebuah warung kopi,
Melihat abang-abang ojek berbicara tentang kebutuhan rumah tangganya..
Memang banyak masalah menerpa,
Tapi itu tak sedikitpun menghalangi mereka untuk tertawa dalam canda..

Bayangkanlah kita sedang berteduh pada sebuah halte bus karena kehujanan,
Melihat tiga remaja tanggung yang juga sedang berteduh..
Mereka merapikan koran jualannya yang kebasahan,
Tapi tak pernah menggerutu ataupun mengeluhkan keadaan..

Bayangkanlah kita menginjak-injak bayang kita sendiri,
Tentu kita tak merasa apa-apa..
Tapi jika kita menginjak-injak orang lain,
Ahh sepertinya orang lain akan merasakan hal yang berbeda..

Bayangkanlah kalau kita yang menjadi kedua anak kecil itu,
Terus tersenyum sambil berlari mengejar kehidupannya..
Bayangkanlah kalau kita yang menjadi abang-abang ojek itu,
Tetap bercanda walau banyak masalah menerpa..
Bayangkanlah kalau kita yang menjadi remaja tanggung itu,
Tetap optimis menghadapi hidup dan kehidupan..
Bayangkanlah kalau kita menjadi orang yang terinjak itu,
Pasti akan merasa....




taufik-hate
@ mess ujung, di sebuah desa bernama mayang mangurai - jambi
21 Apr ‘10

Jumat, 23 April 2010

Payung Hati





Biar saja hujan rintik ini membasahi pakaian kita sayang..
Karna ku yakin tubuh kita masih sanggup untuk tidak menjadi sakit karena ini..

Biar saja matahari ini menyegat kulit kita sayang..
Karna ku yakin kulit kita masih sanggup untuk tidak terbakar karena ini..

Biar saja lumpur ini mengotori kaki kita sayang..
Karna ku yakin kita masih sanggup untuk membersihkannya..

Biar saja semua ini terjadi pada kita sayang..
Karna ku yakin pada suatu saat nanti,
saat kita telah lanjut usia..

Ada banyak sekali cerita yang bisa kita bagi,
untuk anak-anak kita yang mulai beranjak dewasa..
Bahwa kehidupan ayah-bundanya penuh dengan lika-liku dan perjuangan..

Karena kita juga seperti yang lainnya..
Pernah bertengkar dalam asa..
Kadang harus berpeluk dalam dinginnya dunia..

Hati kita bagai cawan dalam keteduhan semesta..
Maka ia harus selalu dipayungi..
Agar tak menjadi panas membara atau malah mati rasa karena membeku..




@ rumah manisku
15 November ‘09
-seperti surat yang ku temukan dalam alam mimpiku pada suatu hari-

Rabu, 17 Maret 2010

Hujan Siramilah





Entah mengapa banyak di antara kita suka dengan hujan, padahal di satu sisi, sedikit atau banyak hujan sering menghambat aktifitas kita. Membuat kita terlambat atau malah basah dalam kuyup.

Namun rasanya hujan ditakdirkan Tuhan hampir selalu membawa kedamaian di hati. Memberikan suasana nyaman di jiwa. Akhir-akhir ini daerah tempat tinggalku sekarang sering sekali hujan. Kadang ia turun dengan derasnya dari shubuh mula hingga siang hari seakan persediaan air di awan tak mengenal kata habis. Atau kadang hanya turun beberapa menit saja. Namun semua itu selalu memesona. Kadang jika hujan ingin terlihat semakin menawan, ia akan tampakkan pelanginya yang setengah lingkaran itu, yang akan membuat kita terkagum-kagum.

Saya jadi ingat sebuah lirik lagu;

“Hujan, siramilah”
“Hujan, sejukkan Indonesiaku”

Ya. Hujan. Siramilah bumi Indonesia. Sejukkan hati-hati kami yang gersang karena panasnya dunia.




taufik-hate
@ mess ujung, di sebuah desa bernama mayang mangurai - jambi
17 Mar ‘10

Sabtu, 06 Maret 2010

Cerita Sahabat





Disuatu siang yang terik, aku dan kamu duduk di bawah pohon yang rindang sambil minum es cendol yang baru saja kita pesan tadi..
Yang akhirnya membuat kita sadar ternyata tak perlu materi yang banyak untuk berbincang dalam persahabatan..
Pulang sore harinya dalam deraian hujan membuat tubuhku dan tubuhmu basah kuyup..
Tapi kita saling tertawa selama perjalanan tadi, seolah hujan tak berpengaruh apa-apa pada kesehatan kita..
Malamnya aku meneleponmu, menanyakan apakah kamu sakit atau merasa demam??
Dan kamu pun menjawab bahwa kamu baik-baik saja..
Esok paginya aku sudah di depan pagar rumahmu ketika kamu masih memakai kaos kaki..
Kita akan berangkat sekolah pagi ini kawan..
Di kelas, kita adalah contoh persahabatan sejati buat yang lainnya..
Pernah ketika kamu dihajar oleh dua anak kelas lain, aku pun tak ragu untuk membelamu..
Meski hidungku harus berdarah-darah dan kancing bajuku lepas beberapa..
Di lain waktu kamu pun harus rela menemaniku dijemur di tengah lapangan disaksikan orang satu sekolah..
Hanya karena menungguku yang bangun kesiangan..
Tapi itulah persahabatan kita, yang mungkin tak semua orang memahaminya..
Lalu waktu berputar sedemikian cepatnya sampai kita tak sadar bahwa kita telah tinggal di pulau yang berbeda.
Kamu sekarang tinggal di seberang pulau, sedang aku masih di sini..
Tapi semoga persahabatan ini akan jadi cerita nostalgia di suatu saat nanti..



taufik-hate
@ mess ujung di sebuah desa bernama mayang mangurai – jambi
5 Mar ‘10

Kamis, 04 Februari 2010

Jangan Merasa






Jangan merasa paling cantik..
Karena mungkin anda bukanlah yang tercantik bahkan di lingkungan anda sekalipun..

Jangan merasa paling bernyali..
Karena mungkin nyali anda bukanlah apa-apa dibandingkan anak-anak dan remaja di Palestina sana..

Jangan merasa paling pintar..
Karena mungkin saja anda tidak sepintar anak kelas lima Sekolah Dasar..

Jangan merasa paling pandai menulis..
Karena mungkin tulisan anda tidak memberikan manfaat apa-apa selain hanya sekedar jadi bahan tertawaan saja..

Jangan merasa paling tahu..
Karena mungkin anda sebenarnya hanyalah sok tahu..

Jangan merasa paling dermawan..
Karena banyak dermawan di luar sana yang tak perlu bilang bahwa ia dermawan..

Jangan merasa paling kaya..
Karena mungkin harta anda tak membuat orang lain “kaya”

Jangan selalu merasa..
Karena mungkin itu hanya perasaan anda saja..

Sejujurnya dalam banyak episode hidup kita, seringkali kita salah memahami rasa atau lebih tepatnya salah dalam merasa. Ya. Kadang kita seringkali merasa tertipu oleh perasaaan sendiri tanpa kita sadari sepenuhnya. Perasaan yang mengawang-awang tapi sejatinya ia lebih pantas terpendam di dalam bumi.

Misal kadang kita merasa sudah baik padahal sejatinya belum. Sudah merasa ikhlas menolong orang lain, tapi saat tak ada ucapan terima kasih kok malah cemberut. Sudah merasa paling benar tapi kelakuannya malah mendustakan kebenaran. Merasa sudah berbuat baik kepada orang lain, tapi kok orang lain malah merasa terganggu.

Kepekaan kita diuji dengan ini semua. Ada yang berhasil menjadi peka. Ada juga yang malah terlena dalam buaian perasaan.

Maka jalan terbaik adalah menata perasaan lalu mengaca diri secara jujur dengan satu pertanyaan;

Apakah yang ku rasa ini benar adanya??..




taufik-hate
@ mess ujung, di sebuah desa bernama mayang mangurai – jambi
4 Feb ‘10

Jumat, 18 Desember 2009

Mengertilah Wahai Jiwa




Mengertilah wahai jiwa..
Tak semua hal harus dimengerti..
Ada saat-saat di mana logika tak perlu disepakati..

Mengertilah wahai hati..
Kadang ada desir-desir di dalam hati yang berkerak-kerak..
Itulah dinding yang menghalangi diri dari kebaikan..

Mengertilah wahai jiwa..
Hidup ini penuh warna-warni..
Tak perlu risau dengan berbagai ujian hidup, karena ujian itu mendewasakan..

Mengertilah wahai hati..
Tak perlulah merasa lebih baik dari yang lainnya..
Karena muara hati ini hanya Dia yang tahu..

Mengertilah wahai jiwa..
Kadang dijadikan indah perbuatan kita yang salah..
Yang menutup diri dari jalan cahaya..

Dan mengertilah wahai hati..
Bagaimanapun caranya semua pasti akan berakhir..
Dan kita pasti akan kembali pada suatu hari yang pasti..




taufik-hate
@ mess ujung, di sebuah desa bernama mayang mangurai - jambi
18 Des '09

Sabtu, 31 Oktober 2009

Nyalakanlah Lilin




Nyalakanlah sebuah lilin agar aku dapat melihat cahaya..
Nyalakanlah dua buah lilin agar menjadi pelengkap kue ulang tahunmu..
Nyalakanlah tiga buah lilin agar menghiasi meja makanmu..
Dan nyalakanlah sebanyak-banyaknya lilin agar kehidupan menjadi terang benderang..




taufik-hate
@ mess ujung, di sebuah desa bernama mayang mangurai - jambi
31 okt ‘09

Sabtu, 20 Juni 2009

Sketsa




Kadang hidup kita bagai sketsa
Seperti jalan tanpa arah..
Seperti cermin tanpa pantulan..

Mungkin hidup kita hanyalah sebuah sketsa..
Hanya berisi guratan-guratan tanpa makna..
Hanya warna-warni tak berestetika..

Apakah hidup kita hanyalah sebuah sketsa..
Yang mengaburkan pandangan orang..
Yang mengabu-abukan nilai-nilai..




taufik-hate
@ pusdiklat kalibata
17 Juni ‘09

Rabu, 08 April 2009

Fatamorgana




di jalan yang baik ada kehidupan yang baik..
di jalan yang tidak baik ada kehidupan yang tidak baik..

kalaupun terlihat membahagiakan, sebenarnya itu tidak pernah ada..
itu hanyalah fatamorgana yang akan hilang seiring berlalunya senja..
maka berbahagialah dengan berbuat kebaikan kepada orang lain..

itu saja..




taufik-hate
@ rumah manisku
8 April ‘09